Taman Toziega di Gedung PKK Kabupaten Jombang


Pembangunan Taman Toziega di Gedung PKK Kabupaten Jombang
Taman Toziega (Tanaman Obat Gizi Ekonomi Keluarga) dibangun tahun 2006 pada masa pemerintahaan Bupati Jombang Suyanto. Lokasinya di lingkup Gedung PKK Kabupaten Jombang. Pembangunan Taman Toziega diawasi langsung oleh pemrakarsanya yaitu Ir. Tyasono Sankadji (almarhum). Pembangunan berlangsung selama beberapa minggu dengan menunjuk CV. Wijaya sebagai kontraktor.
Animo masyarakat terhadap Toziega sangat besar pada waktu itu. Terbukti dengan banyaknya kelompok-kelompok masyarakat yang berlomba menanam taman Toziega di masing-masing rumah maupun lahan milik desa. Penggerak Toziega yang paling aktif adalah justru para manula yang tergabung dalam Yayasan Gerontologi Abiyoso Kabupaten Jombang. Anggota YGA (Yayasan Gerontologi Abiyoso) Kabupaten Jombang tersebar di berbagai tempat di Kabupaten Jombang. Lomba-lomba beberapa kali diadakan untuk menggali potensi maksimal hasil olahan yang didapat dari tanaman-tanaman herbal ini.
Selama beberapa tahun Taman Toziega tampil sebagai jargon Kabupaten Jombang yang diunggulkan pada setiap even PKK baik di tingkat regional maupun nasional. Namun lambat laun perhatian pemerintah Kabupaten Jombang terhadap perkembangan dan pelestarian tanaman obat menurun. Hingga klimaksnya kini Taman Toziega PKK Kabupaten Jombang tergusur dan lahannya dimanfaatkan untuk bangunan lain.
Sungguh disayangkan keberadaan tanaman obat atau herbal yang seakan dianaktirikan di Kabupaten Jombang. Semestinya perkembangan tanaman obat atau herbal bisa menjadi alternatif utama pengganti obat-obatan kimia. Apalagi dewasa ini literatur tanaman obat atau herbal sudah semakin lengkap dengan kandungannya yang dihasilkan dari tes laboratorium. Tanaman obat atau herbal bisa dijadikan sebagai pengganti obat-obatan kimia karena keunggulannya yaitu efek samping yang lebih kecil.

Toziega dan Arti Hidup Sesuai Karsa Tuhan

Toziega Asri
Toziega adalah suatu taman di halaman rumah tangga yang elemen-elemennya terdiri dari berbagai jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat dan gizi. Juga berfungsi sebagai sumber tambahan ekonomi keluarga. Ditata sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan keindahan, kebersihan, dan kesehatan lingkungan, keteduhan kedamaian yang akhirnya bermuara pada rasa kebahagiaan. Disinilah kita diingatkan dan disadarkan pada keagungan Tuhan tentang arti hidup dan kehidupan. Bahwa Tuhan menciptakan alam semesta seisinya adalah untuk dibangun menjadi suatu komunitas yag serasi dan bermakna bagi yang diciptakan, yang dihidupi, dan berkiblat kepada sang pencipta yaitu Sumber Hidup Yang Menghidupi.

Pengagungan umat manusia kepada Tuhan atau kaidah Tuhan kepada umat, yaitu sahadat Tauhid, sebenarnya telah menjadi kesanggupan para umat sejak di alam roh. Ketik Roh Suci diturunkan akan diturunkan  ke dunia. Implementasi sahadat dalam tindakan berwujud kesanggupan besar tiga perkara: Sadar (dzikir), Percaya (iman), Taat (takwaa). Sesungguhnya sahadat apabila dijelaskan (tanpa selubung) mengajarkan kearah manunggalnya "Tripurusa", yakni keadaan Yang Maha Tunggal, yang menjadi asal dan tujuan hidup yang sejati. Maknanya, kehidupan dunia ini tidak abadi, yang kekal adalah kehidupan suksma, yang telah tiada tara kemuliaan serta ketentramannya. Ini menjadi pendorong ke perbuatan utama dan bertobat akan dosanya, serta bangkit niatnya untuk meraih tujuan hidup yang sejati. Yakni ingin kembali keasal mulanya, Yang Maha Luhur dengan cara berjalan dijalan Tuhan. Menetapi kewajiban-kewajiban yang telah menjadi tugasnya dan tidak melanggar larangan Tuhan, supaya sewaktu-waktu tiba saatnya (mati), dapat pulang ke alamnya yang sejati, yakni yang telah lazim disebut sorga. Tetapi bukan pula sorga yang berarti tempat yang masih dapat dihinggapi rasa senang dan sebagainya, sebab bilamana masih ada rasa senang, pasti masih ada pendampingnya, yaitu susah. Tetapi suatu keadaan yang telah tiada suka dan duka atau berbagai macam rasa lainnya, kecuali hanya ketentraman serta kemuliaan abadi yang tak terlukiskan.

Artikel